Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi Kuat, Indonesia Tidak Menuju Krisis

05.07.2026


Pemerintah kembali menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih berada pada posisi yang dinilai kuat, dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta rasio utang tetap dalam batas aman. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, berbagai indikator makro menunjukkan tren perbaikan sehingga pemerintah memandang Indonesia tidak sedang menuju krisis. Penegasan ini disampaikan dalam sejumlah kesempatan pada awal Juli 2026, di tengah dinamika global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Purbaya menjelaskan, pemerintah menjaga stabilitas domestik melalui pengelolaan fiskal yang pruden, penguatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan efektivitas program-program prioritas nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi makro merupakan akumulasi dari aktivitas di tingkat akar rumput, sehingga bauran kebijakan diarahkan untuk memberi stimulus pada sektor riil agar manfaatnya lebih langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah juga memastikan inflasi tetap dalam kisaran terkendali, sementara pelemahan rupiah dinilai lebih dipicu sentimen pasar global ketimbang perubahan negatif pada fundamental ekonomi.

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa defisit APBN dijaga tetap di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), sejalan dengan komitmen disiplin anggaran. Purbaya merinci, tahun lalu defisit berada di kisaran 2,81% PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah batas 3%. Rasio utang pemerintah disebut masih sekitar 40% terhadap PDB, level yang menurut pemerintah relatif aman dan pruden dibandingkan banyak negara lain. Stabilitas sistem keuangan juga dijaga melalui penguatan koordinasi di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Purbaya menambahkan, setiap kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto diputuskan melalui pembahasan bersama dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan kemampuan fiskal negara. Kementerian Keuangan secara rutin menyampaikan analisis risiko fiskal serta konsekuensi anggaran sebelum keputusan diambil, dengan tujuan menjaga kesinambungan keuangan negara. Sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disebut terus dievaluasi agar pelaksanaannya lebih efisien, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pemerintah mengakui setiap program baru umumnya menghadapi tantangan di tahap awal, sehingga pengawasan dan penyempurnaan pelaksanaan menjadi fokus ke depan. Dengan kombinasi disiplin fiskal, dukungan terhadap kegiatan ekonomi riil, pengendalian inflasi, serta penguatan koordinasi otoritas sektor keuangan, Purbaya menilai landasan bagi prospek perekonomian Indonesia ke depan tetap solid meski tantangan global belum mereda.

環保杯成通勤新標配?台北周四加碼補貼測試消費行為轉向
台北市正把手搖飲變成一場減塑實驗。台北市環保局宣布,自7月2日至12月31日攜手連鎖飲料品牌「迷客夏」與「T...
蜜雪冰城全球扩张受阻与加速:从香港高租困局到中亚销量纪录
以约6万家门店领跑全球的中国茶饮品牌蜜雪冰城,正在经历两种截然不同的海外场景:一边是在高租金压力下从香港部分...
新世界長沙灣商廈售價由1.3萬跌至5600元 商業地產壓力浮現
香港商業地產市場壓力進一步浮現。多名知情人士透露,投資公司Ares Management...
懷舊裝潢與經典西餐難抵成本壓力 雅士餐廳宣布月底結業
在新一輪結業潮下,香港新界粉嶺再失一間具代表性的老店。位於粉嶺聯和墟和豐街、開業約45年的西餐廳「雅士餐廳」...